Conservation of Forest Resources and Ecotourism
Sejarah dan permasalahan konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya; ancaman keanekaragaman hayati tropika; gerakan konservasi; konsep sumberdaya alam; prinsip ekologi konservasi; dasar-dasar konseptual konservasi sumberdaya alam hayati; kelangkaan dan kepunahan; strategi konservasi sumberdaya alam hayati
Sejarah, ruang lingkup dan tujuan; kegunaan ilmu ekologi satwaliar dan keterkaitan ekologi satwaliar dengan ilmu lainnya; potensi dan nilai satwaliar; zoogeografi; komponen dan tipe habitat satwaliar; satwaliar dalam konteks individu dan populasi; pertumbuhan populasi satwaliar; pergerakan dan penyebaran satwaliar; interaksi spesies; penerapan ekologi satwaliar

Mata kuliah ini menjelaskan tentang sejarah perkembangan ilmu perilaku satwaliar; pentingnya perilaku satwa dalam manajemen satwaliar; perkembangan perilaku satwa; mekanisme dasar perilaku satwa; motivasi dan proses belajar, klasifikasi dan pola perilaku; perilaku komunikasi, perilaku sosial dan reproduksi, home range, teritori, perilaku migrasi dan orientasi, serta pengantar metode penelitian perilaku satwa.

Mata kuliah ini membahas urgensi dan posisi konservasi eksitu satwa liar sebagai bagian integral dari strategi konservasi biodiversitas, dengan uraian materi bahasan mencakup pengertian,tujuan, manfaat dan peranan Konservasi Eksitu Satwa Liar dalam mendukung konservasi in-situ; landasan hukum dan kebijakan terkait Konservasi Eksitu Satwa liar, Lembaga Konservasi (LK) dan prinsip dan prosedur audit LK, Pengelolaan pengawetan plasma nutfah, tinjauan teknologi reproduksi untuk menunjang pengembangbiakan satwa di eksitu dan implementasi prinsip pengelolaan kesejahteraan satwa, tinjauan manajemen release (pelepasliaran) satwa dari eksitu ke habitat insitu, manajemen recording, studbook dan bioinformatika. Bagian terakhir dari materi kuliah membahas pengantar perencanaan pengembangan Konservasi Eksitu Satwaliar.
Pengertian kebijakan dan pentingnya peraturan perundangan dalam konteks konservasi sumberdaya alam hayati; prinsip kedaulatan dalam pengelolaan sumberdaya; nilai dan etika konservasi sumberdaya alam hayati; konvensi dan etika internasional; kebijakan nasional;peraturan perundangan konservasi; CITES dan CBD
Pengertian dan pentingnya sosial-ekonomi konservasi; hubungan ekonomi-lingkungan-konservasi; manfaat sosial dan ekonomi konservasi; eksternalitas dan manfaat konservasi; CVM (contingency valuation method) terhadap sumberdaya hayati; metode valuasi sumberdaya alam; manfaat sosial-budaya sumberdaya alam dalam kawasan konservasi
Pengertian rekreasi di alam terbuka, demand dan supplyrekreasi alam; perencanaan rekreasi alam; pengelolaan pengunjung dan sosial ekonomi rekreasi alam
Pengertian dan pentingya pendidikan konservasi dalam konteks penyadartahuan terhadap konservasi sumberdaya alam; konsep dasar dan pendekatan metode pendidikan konservasi; perencanaan dan perancangan pendidikan konservasi; impelementasi pendidikan konservasi
  • Mata kuliah ini memberikan pengetahuan kepada mahasiswa untuk mampumenjelaskan ruang lingkup inventarisasi dan pemantauan tumbuhan dengan pokokbahasan terdiri atas : 1) Pendahuluan, 2 ) Penggunaan statistik dalam inventarisasi tumbuhan, 3) Penentuan pola distribusi spasial tumbuhan, 4 ) Kriteria dan prosedur pemilihan teknik penarikan contoh, 5) Pene rapan metodeinventarisasi tumbuhan, 6 ) Penggunaan GIS danRemote Sensing untuk pemetaan vegetasi , dan 7 ) Pemantauan tumbuhan .
Pengertian, penggunaan, dan penerapan teknik-teknik inventarisasi langsung maupun tak langsung untuk pendugaan populasi satwaliar. Selain pengertian dasar penarikan contoh, sensus, dan sampling juga diberikan metode inventarisasi dan pemantauan satwaliar menurut taxon mencakup mamalia, burung, dan herfetofauna
Pengertian dan sistem/bentuk penangkaran, breeding satwa liar; pengadaan bibit, penangkapan dan pengangkutan; immobilisasi; adaptasi dan aklimatisasi; desain perkandangan dan habitat buatan; nutrisi satwa; penyakit dan perawatan kesehatan satwa; reproduksi; pemanenan dan teknologi pasca panen; standar kualifikasi penangkaran;desain usaha penangkaran satwa; analisis kelayakan usaha
Untuk dapat mempertahankan kehidupannya (tumbuh, berkembang, berbiak) satwa memerlukan masukkan berupa pakan yang harus mengandung berbagai senyawa (nutrisi).

Nutrisi dapat dibagi ke dalam beberapa kelompok. Satwa pada umumnya tidak dapat memproduksi sendiri (dalam tubuhnya) sehingga harus ada masukan dari luar.

Di dalam tubuh, bahan yang masuk ini dapat diubah atau dikonversikan menjadi berbagai senyawa lain yang diperlukan, langsung digunakan (struktur tubuh, energi, metabolisme, berbiak, dan sebagainya) atau disimpan sebagai cadangan.

Nutrisi yang masuk saling membantu dan mempengaruhi, sehingga seringkali tidak dapat dikatakan bahwa salah satu nutrisi selalu lebih penting dari pada lainnya.
Pengertian dan tujuan pengelolaan kawasan konservasi; perspektif pengelolaan kawasan konservasi; kategori kawasan konservasi; prinsip dasar pengelolaan kawasan konservasi; seleksi lokasi kawasan konservasi; perencanaan kawasan konservasi; pendekatan pengelolaan kawasan: partisipasi dan kolaborasi; pengelolaan daerah penyangga; evaluasi keefektifan pengelolaan kawasan
Sejarah, pengertian dan perkembangan etnobiologi hutan; prinsip-prinsip sistem kedirian dan contoh-contoh penerapan sistem kedirian dalam etnobiologi; kearifan tradisional masyarakat dalam pemanfaatan sumberdaya alam hayati; metode etnobiologi hutan; etnofarmakologi; macam dan bentuk pekarangan tradisional serta keanekaragaman hayatinya; etnozoologi indonesia
Sumber-sumber pencemaran, proses, pengaruh/dampak pencemaram pada lingkungan serta cara pengendalian dan pemantauan, serta upaya peningkatan kualitas lingkungan; peran/fungsi dan manfaat vegetasi dalam pengendalian pencemaran dan peningkatan mutu lingkungan

Deskripsi Mata Kuliah Analisis Spasial Lingkungan:

Teori,model dan teknologi yang berkaitan dengan pembangunan dan aplikasi data spasial untuk memahami proses dan analisis permasalahan lingkungan, sehingga dapat diambil kesimpulan dan jalan keluar yang komprehensif

Kajian meliputi topik sbb :

  • Konsep keruangan/spasial pada suatu bentang lahan (lanskap)
  • Pendekatan spasial dalam menganalisis permasalahan lingkungan dalam satu bentang alam(lanskap)
  • Perencanaan dan evaluasi perubahan lanskap/lingkungan secara spasial
  • Permodelan spasial

    Tujuan Instruksional :

    • Peserta didik mampu memahami konsep spasial dalam lanskap
    • Peserta didik mampu membangun data spasial lingkungan
    • Peserta didik mampu merencanakan & menganalisislingkungan spasial dengan menggunakan Sistem Informasi Geografi dan Penginderaan Jauh
    • Peserta didik mampu melakukan pembangunan model spasiallingkungan/lanskap
      Mata kuliah Manajemen Jasa Lingkungan dan Pengendalian Dampak diselenggarakan bagi mahasiswa Program Sarjana (S1). Mata kuliah ini memberikan bekal pengetahuan mahasiswa tentang pengertian dan potensi Jasa Lingkungan dari berbagai tipe ekosistem, baik pada ekosistem terestrial maupun akuatik, serta memberikan pengetahuan tentang konsep-konsep penerapan jasa lingkungan. .Mata kuliah ini juga memberikan pengetahuan mahasiswa tentang bagaimana mengidentifikasi dan menganalisis dampak-dampak prmbangunan terhadap komponen-komponen lingkungan hidup, baik biofisik maupun sosial ekonomi dan budaya masyarakat. Materi kuliah disajikan secara berrurutan / bertahap dari pengetahuan dasar tentang potensi jasa lingkungan berbagai tipe ekosistem, hingga pengendalian dampak lingkungan pada umumnya.
      Mata kuliah ini menjelaskan pengertian interpetasi alam dan unsur – unsurnya yaitu obyek, jalur, program, theme, tipe – tipe dan teknik interpretasi serta perencanaan dan manajemen interpretasi alam.
      Pengertian dan batasan pengelolaan satwaliar; prinsip pengelolaan satwaliar; pengelolaan (Pembinaan) populasi; pengelolaan (pembinaan) habitat; bentuk pengelolaan satwaliar; penanganan gangguan satwaliar
      Pengertian dan ruang lingkup konservasi tumbuhan obat hutan tropika; kelangkaan dan kepunahan spesies tumbuhan; strategi konservasi tumbuhan obat hutan tropika; tinjauan potensi tumbuhan obat Indonesia; pengenalan spesies tumbuhan obat unggulan; permasalahan pemanfaatan dan prospek pengembangan tumbuhan obat Indonesia; penangkaran tumbuhan obat; pengembangan tumbuhan obat berbasis bioregional; bioprospeksi dan paten; komersialisasi/wirausaha tumbuhan obat Indonesia
      Pengertian kota serta permasalahannya; pengertian hutan kota; permasalahan serta manfaatnya dalam pengelolaan lingkungan; penentuan luasan, tipe dan bentuk hutan kota; pemilihan jenis, penanaman dan perawatan pohon di hutan kota; tahapan perencanaan pembangunan hutan kota