Mata kuliah ini memberikan pengetahuan dan melatih menganalisis aspek-aspek dalam kebakaran hutan dan lahan, seperti analisis perilaku api, analisis dampak kebakaran, analisis penyebab kebakaran, analisis pengendalian kebakaran, analisis penegakkan hukum dalam kebakaran dan analisis SWOT, masalah kebakaran hutan dan lahan di Indonesia serta menyusun program-program pengendalian kebakaran hutan dan lahan.

Mata kuliah ini memberikan pengetahuan tentang prinsip hutan sehat, kriteria dan indikator, parameter kesehatan hutan, metode penilaian dan monitoring kesehatan hutan, serta manajemen data kondisi kesehatan hutan.

Mata kuliah ini membahas tentang batasan, ruang lingkup, dan tujuan mempelajari interaksi mikroba dan tanaman kehutanan, interaksi tidak langsung dalam bentuk proses-proses mikrobiologis dalam siklus nutrisi, interaksi mikroba simbiotik dengan tanaman kehutanan, hubungan mikroba patogen dengan tanaman kehutanan, zat pengatur tumbuh dan fitotoksin mikroorganisme, penambatan nitrogen secara biologis, dan mikoriza dengan fokus utama ektomikroriza dan mikoriza arbuskula.

Mata kuliah ini menjelaskan pengertian dan prinsip-prinsip lanskap, struktur lanskap, dinamika lanskap, fungsi lanskap, manajemen lanskap, restorasi lanskap hutan, target dan tujuan restorasi lanskap hutan,  identifikasi dan perspektif landskap dalam restorasi.

Mata kuliah ini memberikan wawasan dan pemahaman tentang manajemen perlindungan hutan, baik sebagai science maupun art berfondasi pada aspek biologi, ekologi, ekonomi dan teknologi. Manajemen perlindungan hutan mencakup manajemen hama hutan, manajemen penyakit hutan, manajemen kebakaran hutan, dan manajemen gangguan hutan lainnya. Aspek-aspek manajemen pengelolaan hutan terkandung dalam bahasan manajemen perlindungan hutan. Tujuan perlindungan hutan sinkron dengan tujuan pengelolaan hutan, peraturan dan perundang-undangan serta politik kehutanan pemerintah.

Mata kuliah ini menjelaskan pengertian dan batasan nutrisi hutan lingkungan dengan pertumbuhan hutan (pohon), hubungan kualitas tempat tumbuh dengan pertumbuhan pohon, hubungan hara dengan pertumbuhan pohon, siklus hara, penilaian nutrisi hutan, pemupukan, penambatan nitrogen secara biologis, pemanenan pengolahan tanah dan regenerasi tegakan, ekonomi energi dan keputusan dan model manajemen nutrisi hutan untuk pembangunan hutan tanaman secara lestari.

Mata ajaran ini memberikan pengetahuan tentang konsep-konsep dan kaidah interaksi antara komponen agroforestri, model-model interaksi di bawah permukaan tanah, model-model tanaman agroforestri, aplikasi model-model agroforestri, dan riset pemodelan agroforestri.

Mata ajaran ini menjelaskan isu-isu, tantangan, tuntutan dan masalah silvikultur di masa depan; penggunaan metode molekuler mutakhir, seperti Expressed Sequence Tag (EST), microarrays, suppression-substraction hybridization,  pyrosequencing, Next Generation Sequencing, Gateway cloning, association mapping/genetic untuk membantu memecahkan masalah tersebut; analisa metagenomik populasi mikroorganisme tanah untuk menentukan kesuburan tanah dan hubungan biodiversitas di dalam tanah serta di atas tanah; aspek molekuler fisiologi dan pertumbuhan pohon; hubungan antara inang dengan hama/patogen; serta software baru untuk analisa data molekuler, seperti GENALEX, ARLEQUIN, SAMOVA, STRUCTURE, R dan MAPINFO.

Mata ajaran ini mempelajari proses-proses pertumbuhan dalam kaitannya dengan kualitas kayu.

Mata ajaran ini memberikan pengetahuan terutama tentang aspek phytoremediasi lingkungan yang terkontaminasi dan terdegradasi, dasar kimiawi kontaminasi dan remediasi fisik serta kimiawinya, biologi organisme untuk bioremediasi dan phytoremediasi, metoda phytoremediasi, praktek phytoremediasi di Indonesia, tanaman hiperakumulator yang sering dipakai untuk phytoremediasi, fisiologi hiperakumulator, mekanisme selular penyerapan logam berat, gen serta proses genetik yang terlibat dalam peyerapan logam berat, program bioteknologi untuk phytoremediasi.

Mata ajaran ini menjelaskan tentang fundamental sistem silvikultur hutan tropika, sistem silvikultur yang diterapkan di hutan tropis, komponen-komponen dan metode pendekatan dalam penentuan sistem silvikultur dalam kaitannya dengan pengelolaan hutan alam tropis secara lestari.